Minggu, 29 April 2012

Konfigurasi NAT Static


NAT (Network Address Translation) Sttic adalah Static NAT atau NAT statis menggunakan table routing yang tetap, atau alokasi translasi alamat ip ditetapkan sesuai dengan alamat asal atau
source ke alamat tujuan atau destination, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam suatu alamat ip bila translasi alamat ipnya belum didaftarkan dalam table nat. Translasi Static terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan ke sebuah alamat global/internet (outside).
Berikut saya akan menjelaskan langkah-langkah untuk mengkonfigurasi Static NAT tersebut. Berikut adalah topologi yang akan kita terapkan konfigurasi NAT Static tersebut.




Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.      Siapkan alat dan bahan.
4 virtual mesin
a.       2 untuk Client
b.      1 untuk Router Firewall
c.       1 untuk Web Server.
2.      Konfigurasi IP Address setiap mesin virtual sesuai dengan topologi.





3.    Start Web Server dengan mengetikkan perintah /opt/lampp/lampp start.
4.    Masukkan IP Address dari setiap Client pada httpd-xampp.conf.

5.    Restart Web Server /opt/lampp/lampp restart.

6.    Lakukan pengujian pada tiap Client dalam mengakses Web Server dengan perintah w3m ip address web server.





7.    Kita akan melakukan skenario seperti ini :
IP dari setiap Client akan diblok oleh Web Server kemudian akan dibungkus oleh IP dari interfaces Router yang lainnya yaitu eth2 dan eth2:0.

8.    Lakukan pengujian pada tiap Client untuk mengakses Web Server.


9.    Lakukan konfigurasi pada Router untuk pembungkusan IP Privat kita.

10.    Coba akses kembali web server dengan mengetikkan perintah w3m ip address web server.



11.    Lihatlah IP Address yang mengakses Web Server tersebut dengan mengetikkan perintah tail /opt/lampp/log/access_log

12.  Konfigurasi Selesai.

Begitulah konfigurasi Static NAT. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermanfaat. Terimakasih. :v

Konfigurasi Network Firewall


Salah satu jenis Firewall yaitu Network Firewall. Disini saya akan menjelaskan mengenai konfigurasi Network Firewall.
Alat dan Bahan yang kita perlukan, yaitu dua buah virtual mesin (Ubuntu desktop dan server). Seperti topologi berikut :

( topologi )


Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.      Siapkan alat dan bahan.
2.      Buatlah suatu aturan dari topologi tersebut.
a.       Client A dapat koneksi ICMP ke Client B.
b.      Client B tidak bisa koneksi ICMP ke Client A.
c.       Client A tidak bisa koneksi SSH ke Client B.
3.      Setting IP Address setiap virtual seperti topologi di atas.




4.      Buat syntac untuk aturan pertama kita.


5.      Lakukanlah pengujian koneksi ICMP dari Client A.

6.      Buat syntac untuk peraturan kedua kita.

7.      Lakukan pengujian koneksi ICMP dari Client B.


8.      Lanjut ke peratura ketiga mengenai koneksi SSH, sebelumnya cobalah koneksi SSH dari Client A.
9.      Buatlah syntac pada Router agar Client 2 tidak bisa koneksi SSH ke Client B.

10.  Lakukan uji koneksi SSH dari Client A.

11.  Konfigurasi  telah selesai.

Begitulah konfigurasi Network Firewall. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermanfaat. Terimakasih. ^^


Konfigurasi Personal Firewall


Firewall meruakan sebuah sistem yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Saya akan menjelaskan mengenai konfigurasi Personal Firewall.
Alat dan Bahan yang kita perlukan, yaitu dua buah virtual mesin (Ubuntu desktop dan server). Seperti topologi berikut :
 

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.      Siapkan alat dan bahan.
2.      Buatlah suatu aturan dari topologi tersebut.
a.       PC Router dapat koneksi ICMP ke client.
b.      Client tidak dapat koneksi ICMP ke router.
c.       Client tidak bisa koneksi SSH ke router.
3.      Setting IP Address setiap virtual seperti topologi di atas.


4.       Coba lakukan uji koneksi dari kedua mesin tersebut dengan menggunakan perintah ping ip address.


5.      Buatlah pengaturan ip tables default dari aturan kita yaitu keduanya dapat saling terkoneksi.

6.      Kemudian ke aturan ip tables kita yang pertama yaitu Client dapat mengakses ICMP Router.

7.      Lakukan pengujian dari aturan yang telah kita buat tersebut dari router.

8.      Lanjut kepada aturan kita yang kedua, yaitu client tidak dapat koneksi ICMP ke router, berikut adalah syntac aturannya.

9.      Lakukanlah pengujian dari client.

10.  Untuk aturan ketiga kit amenggunakan protokol tcp dan port 22, berikut adalah konfigurasi syntacnya.

11.    Lakukan pengujian  dari client dengan mengetikkan perintah ssh username@ipaddress.

12.  Konfigurasi  telah selesai.

Saya tidak menerapkan peraturan yang begitu komplex karena diharapkan “pembaca” dapat mengerti. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Search

Guests

About Me

Foto saya
Kota Cimahi, Prov. Jawa Barat, Indonesia
akan menghargai jika dihargai, kalo gak suka ma orang susah untuk gak bisa suka tau simpati lagi, bosenan, gak sabaran, gelehan tapi jorok.. aku rame kalo kamu rame, aku galak kalo kamu jahat.. dan masih banyak lagi tentang aku, dan orang pikir tentang aku, manja juga sih... hehe..
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers