Minggu, 05 Februari 2012
Reset Atribut File dan Folder akibat Virus
Seringkali kita menggunakan flashdisk atau media portabel lainnya seperti portable harddisk misal, untuk menyimpan data dari satu komputer ke komputer lainnya. Hal ini menjadi sasaran para pembuat Virus varian lokal Indonesia untuk menyebarkan virus buatannya. Umumnya data di flashdisk akan diumpetin dengan atribut Hiden lalu dibuat file samarannya yang berupa virus dengan nama yang sama, kadang juga ditambahkan virus dengan nama file yang menarik atau ikon gambar yang membuat penasaran untuk memancing agar di-klik.
Anti-virus yang ampuh bisa saja menghilangkan virus-virus yang bercokol di flashdisk tapi file dan folder yang ngumpet tidak bisa dibalikin. Pengguna akan mengira file atau folder telah hilang, yang sebenarnya cuma tersembunyi dan hanya tampil di komputer jika pengaturan untuk menampilkan file dan folder yang hiden diaktifkan.
Pengguna windows dapat memunculkan kembali file diumpetin tersebut, reset saja atributnya, karena atribut inilah yang membuat file dan folder tersebut. Yang perlu dilakukan adalah, kenali hurup yang diasosiasikan ke flashdisk yang tersambung, misal jadi hurup E:\ lalu melalui DOS Prompt, reset atribut semua file dan folder yang ada di dalamnya, stepnya sebagai berikut :
1. Kenali hurup Flashdisk
Sambungkan flashdisk ke komputer lalu dari My Computer lihat hurup yang terasosiasikan.
Hal ini perlu untuk langkah berikutnya.
2. Buka jende DOS Prompt,
Dari menu STart, Run, ketik lalu Enter: CMD
Atau cari dan jalankan dari Daftar Program yang bertuliskan "Command Prompt", biasanya ada di group program Accessories.
3. Pindah path aktif DOS Prompt ke Flashdisk,
Di jendela DOS Prompt ketik lalu enter: [hurup yang diasiasikan ke flashdisk]:
perhatikan penggunaan titik dua setelah hurup yang diasiasikan ke flashdisk, misal hurupnya ada E:, maka yang harus di tekan adalah tombol berikut: E Titik-Dua Spasi Enter, maka tampilan baris terakhir sekarang seharusnya seperti pada gambar berikut;
4. Reset atribut file folder yang ada di Flashdisk.
Masih di jendela DOS Prompt, ketik lalu enter baris berikut, ikuti case hurup besar dan kecilnya, harus sesuai:
attrib -s -h *.* /D /S
Reset atribut mungkin perlu waktu lama tergantung sedikit banyaknya isi flashdisk, posisi akan ke E:\> lagi setelah proses selesai seperti pada contoh gambar berikut.
5. Berikutnya jika dibuka melalui Explorer, maka isi flashdisk akan tampil.
Jika ada file atau folder tidak tampil, kemungkinan file atau folder tersebut sudah terhapus.
Membangun Hotspot Sederhana
Bagaimana sih caranya membangun hotspot area sederhana ?
Banyak sekali pertanyaan yang muncul baik di milis-milis maupun forum forum di internet.
Sebenarnya saat ini sangat mudah membangun sebuah hotspot sederhana, baik digunakan di rumah, di kantor, di sekolah, di kampus, di cafe, di mall, di manapun anda berada.
Hal ini dimungkinkan karena kemajuan teknologi sehingga memungkinkan orang yang tidak paham mengenai IT pun bisa menghadirkan hotspot area di tempat yang diinginkan.
Banyak sekali vendor yang telah menyediakan WIreless Router / WIreless Access Point yang mana hanya perlu sedikit melakukan konfigurasi pada WIreless Device.
Hanya tinggal menyalakan Power dari Wireless Device, sambungkan ke modem/ switch yang ada, langsung HotSpot area telah tersedia dan dapat digunakan.
Namun ada juga alat yang perlu di konfigurasi terlebih dahulu. Namun tentunya pihak vendor telah memberikan banyak kemudahan untuk user dalam menghadirkan HotSpot are.
Yang dibutuhkan di suatu tempat untuk menghadirkan HotSpot adalah sbb:
- Akses Internet
Anda dapat berlangganan dengan ISP manapun di daerah anda, baik dengan teknologi 3G, CDMA, EDVO, Wireless, Broadband, Kabel, dan Fiber Optik Connection. - Modem
Bila sudah terkoneksi ke internet pasti sudah ada modem untuk menghubungkan lokasi anda dengan lokasi ISP. - WIreless Router
Banyak tipe wireless Router yang dapat anda gunakan, Salah satunya Linksys WRT54-GL yang berbasiskan Linux. - Client WIreless
Misalnya Laptop anda, pada umumnya semua laptop sudah memiliki fasilitas Wireless.
Metoda enkripsi ini akan kita bahas di kesempatan yang lain.
Nah tentunya semua sistem keamanan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Salah satunya pada sistem kami menggunakan metoda keamanan Username dan Password untuk login.
Kelebihannya adalah saat user hendak mengkoneksikan laptopnya, user tidak melakukan perubahan setting apapun, semua serba otomatis, dan saat pertama kali hendak browsing, user akan diminta untuk memasukkan Username dan password, tentunya didapatkan dari anda pemilik hotspot, yang mana berupa voucher.
Dengan demikian HotSpot Area sebenarnya mudah pengoperasaiannya, hanya saja jangan sampai HotSpot area anda digunakan oleh pihak yang tidak berhak. Salah satu cara mengamankannya adalah dengan menggunakan sistem Security pada hotspot anda.
Sumber : http://www.indohotspot.net/ZoneWifi/frontpage/readtutorial/19
File Sharing dengan SAMBA pada Ubuntu 7.10
Kata “File Sharing” tentu saja sudah sangat tidak asing ditelinga kita, terutama bagi mereka yang telah mulai mempelajari tentang Jaringan Komputer. Aplikasi ini dimanfaatkan untuk dapat berbagi file di jaringan komputer, sehingga kita tidak lagi direpotkan harus bolak-balik dari komputer yang satu ke komputer yang lain untuk memindahkan data menggunakan media peyimpanan seperti disket atau flash disk. Disini saya tidak membahas cara menginstal Sistem Operasi Linux Ubuntunya, hehe,,,
Langsung saja ke proses instalasi SAMBA,
1. Masukan CD OS Ubuntu 7.10 lalu ketikan perintah,
Sudo apt-get install samba-common samba-doc libkrb53 winbind smbclient
2. Selanjutnya konfigurasi file /etc/samba/smb.conf, namun disini saya membuat file smb.conf yang baru sedangkan yang smb.conf yang lama saya hapus.hehe,,
Untuk membuat file smb.conf yang baru ketikan perintah ,
$ sudo pico /etc/samba/smb.conf
Setelah itu akan terbuka jendela pico dengan file smb.conf baru yang masih kosong. Ketikan semua script seperti yang ada di bawah ini. Hahaha….
[global]
workgroup = datacenter
netbios name = pusatdata
server string = %h File server (Samba, Ubuntu)
passdb backend = tdbsam
security = user
username map = /etc/samba/smbusers
name resolve order = wins bcast hosts
domain logons = yes
preferred master = yes
wins support = yes
# Useradd scripts
add user script = /usr/sbin/useradd -m %u
delete user script = /usr/sbin/userdel -r %u
add group script = /usr/sbin/groupadd %g
delete group script = /usr/sbin/groupdel %g
add user to group script = /usr/sbin/usermod -G %g %u
add machine script = /usr/sbin/useradd -s /bin/false/ -d /var/lib/nobody %u
idmap uid = 15000-20000
idmap gid = 15000-20000
# sync smb passwords with linux passwords
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n
*Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .
passwd chat debug = yes
unix password sync = yes
# set the loglevel
log level = 3
[homes]
comment = Home
valid users = %S
read only = no
browsable = no
[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
admin users = Administrator
valid users = %U
read only = no
[profile]
comment = User profiles
path = /home/samba/profiles
valid users = %U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
browsable = no
Setelah di ketik dengan lengkap, simpan file tersebut dengan menekan tombol CRTL+X, dan aka nada peringatan untuk menyimpan file smb.conf tersebut dan tekan Y untuk menyimpan file tersebut lalu tekan tombol enter.
3. Buat direktori Home tempat penyimpanan data dan profile untuk setiap user samba nantinya.
Membuat direktori /home/samba
sudo mkdir /home/samba
Membuat direktori home/samba/netlogon
sudo mkdir /home/samba/netlogon
Membuat direktori /home/samba/profiles
sudo mkdir /home/samba/profiles
Memberikan hak akses ‘Read-Write-Execute’ untuk semua user
sudo chmod –R 777 var/spool/samba
Menentukan pemilik direktori ini adalah ‘root’ dan groupnya ‘user’
sudo chown –R root:users home/samba
Memberikan hak akses ‘Read-Write-Execute’ untuk semua user dalam group
sudo chmod –R 771 /home/samba
4. Restart file samba
$ sudo pico /etc/init.d/samba restart
5. Edit file /etc/nsswitch.conf
$ sudo pico /etc/nsswitch.conf
6. Daftarkan user ‘root’ ke dalam user samba
$ sudo smbpasswd -a root
$ New SMB Password : [Masukkan password root di samba, misalnya: 123456]
$ Retype new SMB Password : [Ulangi masukkan password root di samba]
7. Buat file /etc/samba/smbusers, lalu isi file tersebut dengan : “root = Administrator” tanpa tanda petik, baris tersebut berarti user root di linux sama dengan user Administrator di Windows.
$ sudo pico /etc/samba/smbusers
8. Daftarkan setiap pengguna ke Sistem Linux dan Samba, agar setiap pengguna dapat login ke server samba dari Sistem Windows menggunakan User dan Password yang telah kita daftarkan tadi. Ulangi langkahlangkah seperti pada gambar, untuk mendaftarkan user yang lain.
9. Restart file samba
$ sudo pico /etc/init.d/samba restart
Sumber : http://im-informan.blogspot.com/2010/07/membuat-file-server-samba-dengan-ubuntu.html
Langsung saja ke proses instalasi SAMBA,
1. Masukan CD OS Ubuntu 7.10 lalu ketikan perintah,
Sudo apt-get install samba-common samba-doc libkrb53 winbind smbclient
2. Selanjutnya konfigurasi file /etc/samba/smb.conf, namun disini saya membuat file smb.conf yang baru sedangkan yang smb.conf yang lama saya hapus.hehe,,
Untuk membuat file smb.conf yang baru ketikan perintah ,
$ sudo pico /etc/samba/smb.conf
Setelah itu akan terbuka jendela pico dengan file smb.conf baru yang masih kosong. Ketikan semua script seperti yang ada di bawah ini. Hahaha….
[global]
workgroup = datacenter
netbios name = pusatdata
server string = %h File server (Samba, Ubuntu)
passdb backend = tdbsam
security = user
username map = /etc/samba/smbusers
name resolve order = wins bcast hosts
domain logons = yes
preferred master = yes
wins support = yes
# Useradd scripts
add user script = /usr/sbin/useradd -m %u
delete user script = /usr/sbin/userdel -r %u
add group script = /usr/sbin/groupadd %g
delete group script = /usr/sbin/groupdel %g
add user to group script = /usr/sbin/usermod -G %g %u
add machine script = /usr/sbin/useradd -s /bin/false/ -d /var/lib/nobody %u
idmap uid = 15000-20000
idmap gid = 15000-20000
# sync smb passwords with linux passwords
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n
*Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .
passwd chat debug = yes
unix password sync = yes
# set the loglevel
log level = 3
[homes]
comment = Home
valid users = %S
read only = no
browsable = no
[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
admin users = Administrator
valid users = %U
read only = no
[profile]
comment = User profiles
path = /home/samba/profiles
valid users = %U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
browsable = no
Setelah di ketik dengan lengkap, simpan file tersebut dengan menekan tombol CRTL+X, dan aka nada peringatan untuk menyimpan file smb.conf tersebut dan tekan Y untuk menyimpan file tersebut lalu tekan tombol enter.
3. Buat direktori Home tempat penyimpanan data dan profile untuk setiap user samba nantinya.
Membuat direktori /home/samba
sudo mkdir /home/samba
Membuat direktori home/samba/netlogon
sudo mkdir /home/samba/netlogon
Membuat direktori /home/samba/profiles
sudo mkdir /home/samba/profiles
Memberikan hak akses ‘Read-Write-Execute’ untuk semua user
sudo chmod –R 777 var/spool/samba
Menentukan pemilik direktori ini adalah ‘root’ dan groupnya ‘user’
sudo chown –R root:users home/samba
Memberikan hak akses ‘Read-Write-Execute’ untuk semua user dalam group
sudo chmod –R 771 /home/samba
4. Restart file samba
$ sudo pico /etc/init.d/samba restart
5. Edit file /etc/nsswitch.conf
$ sudo pico /etc/nsswitch.conf

6. Daftarkan user ‘root’ ke dalam user samba
$ sudo smbpasswd -a root
$ New SMB Password : [Masukkan password root di samba, misalnya: 123456]
$ Retype new SMB Password : [Ulangi masukkan password root di samba]
7. Buat file /etc/samba/smbusers, lalu isi file tersebut dengan : “root = Administrator” tanpa tanda petik, baris tersebut berarti user root di linux sama dengan user Administrator di Windows.
$ sudo pico /etc/samba/smbusers

8. Daftarkan setiap pengguna ke Sistem Linux dan Samba, agar setiap pengguna dapat login ke server samba dari Sistem Windows menggunakan User dan Password yang telah kita daftarkan tadi. Ulangi langkahlangkah seperti pada gambar, untuk mendaftarkan user yang lain.

9. Restart file samba
$ sudo pico /etc/init.d/samba restart
Sumber : http://im-informan.blogspot.com/2010/07/membuat-file-server-samba-dengan-ubuntu.html
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Guests
About Me
- Iin Windarti
- Kota Cimahi, Prov. Jawa Barat, Indonesia
- akan menghargai jika dihargai, kalo gak suka ma orang susah untuk gak bisa suka tau simpati lagi, bosenan, gak sabaran, gelehan tapi jorok.. aku rame kalo kamu rame, aku galak kalo kamu jahat.. dan masih banyak lagi tentang aku, dan orang pikir tentang aku, manja juga sih... hehe..
Feedjit
Label
- Administrasi Jaringan (10)
- Bahasa Indonesia (2)
- Bahasa Inggris (2)
- Database WEB (1)
- Diagnosa-LAN (58)
- Diagnosa-WAN (30)
- Digital (6)
- History (17)
- Instalasi-LAN (73)
- Instalasi-WAN (10)
- Michael Jackson (2)
- Operating System (9)
- OS-Jaringan (13)
- Pengetahuan (63)
- Perempuan (11)
- Web Design (10)
Diberdayakan oleh Blogger.